KODE ETIK INSINYUR INDONESIA

KODE ETIK INSINYUR INDONESIA
“CATUR KARSA SAPTA DHARMA INSINYUR INDONESIA”

PERTAMA, PRINSIP-PRINSIP DASAR

  1. Mengutamakan keluhuran budi.
  2. Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia.
  3. Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
  4. Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran.

KEDUA, TUJUH TUNTUNAN SIKAP

  1. Insinyur Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan Masyarakat.
  2. Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kempetensinya.
  3. Insinyur Indinesia hanya menyatakan pendapat yang dapat dipertanggung jawabkan.
  4. Insinyur Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentangan kepentingan dalam tanggung jawab tugasnya.
  5. Insinyur Indonesia senantiasa membangun reputasi profesi berdasarkan kemampuan masing-masing.
  6. Insinyur Indonesia senantiasa memegang teguh kehormatan, integritas dan martabat profesi.
  7. Insinyur Indonesia senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalnya.

Perilaku Etis dan Profesional  (IEEE) :

  1. Menerima tanggung jawab dalam pengambilan keputusan engineering yang taat asas pada keamanan, kesehatan, dan kesejahteraan publik, dan segera menyatakan secara terbuka fatktor-faktor yang dapat membahayakan publik atau lingkungan;
  2. Menghindari konflik interes nyata atau yang terperkirakan sedapat mungkin, dan membukakannya pada para pihak yang terpengaruh ketika muncul;
  3. Jujur dan realistis dalam menyatakan klaim atau perkiraan menurut data yang tersedia;
  4. Menolak sogokan dalam segala bentuknya;
  5. Mengembangkan pemahaman teknologi, aplikasi yang sesuai, dan kemungkinan konsekuensinya;
  6. Menjaga dan mengembangkan kompetensi teknis dan mengambil tugas teknologi yang lain hanya bila memiliki kualifikasi melalui pelatihan atau pengalaman, atau setelah menyatakan secara terbuka keterbatasan relevansi kami;
  7. Mencari, menerima, dan menawarkan kritik perkerjaan teknis, mengakui dan memperbaiki kesalahan, dan menghargai selayaknya kontribusi orang lain;
  8. Memperlakukan dengan adil semua orang tanpa bergantung pada faktor-faktor seperti ras, agama, jenis kelamin, keterbatasan fisik, umur dan asal kebangsaan;
  9. Berupaya menghindari kecelakaan pada orang lain, milik, reputasi, atau pekerjaan dengan tindakan salah atau maksud jahat;
  10. Membantu rekan sejawat dan rekan sekerja dalam pengembangan profesi mereka dan mendukung mereka dalam mengikuti kode etik ini.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

17 Balasan ke KODE ETIK INSINYUR INDONESIA

  1. sumirin berkata:

    SOAL : 1
    Seorang Insinyur Profesional di kontraktor melaksanakan sebagian pekerjaan yang tidak sesuai dengan gambar dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

    SOAL : 2
    Seorang Insinyur Profesional di pengawas tidak melaksanakan tes kepadatan tanah karena lupa.

    PERTANYAAN :
    Apa pendapat anda tentang 1 dan 2 tersebut dikaitkan butir2 mana saja dalam kode etik insinyur indonesia ?

    • Novi Permatasari berkata:

      Assalamualaikum.Wr.Wb

      Berikut tanggapan saya mengenai pertanyaan 1 dan 2.

      Soal 1.
      Ketika seorang insinyur melakukan hal yang tak sepantasnya, yakni dengan sengaja memanipulasi data. hal tersebut sudah benar2 melanggar apa yang telah dicantumkan dalam catur karsa atau 4 prinsip dasar seorang insinyur.

      Satu hal yang mungkin dianggap sepele oleh insinyur tersebut karena hatinya telah tertutup oleh nafsu keegoisannya belaka, namun dampaknya adalah kerugian ke berbagai aspek, berdosa kepada Allah atas kebohongannya, dan merugikan manusia atas perbuatan menipunya.

      Soal 2

      Seorang insinyur melakukan hal tersebut karena alasan tersebut telah melanggar kode etik insinyur yang tercakup dengan jelas pada 7 tuntunan sikap terutama no 1 mengenai kewajiban insinyur untuk mengutamakan keselamatan , kesejahterahan dan kesehatan rakyat.

      Jika seorang insinyur dalam mengerjakan pelaksanaan suatu proyek tanpa melakukan penelitian tanah ataupun penelitian lain yang jelas 2 hal tersebut berpengaruh besar dalam penggunaan bangunan tersebut, itu berati insinyur tesebut tidak patut disebut insinyur yang baik dan profesional.

      Namun dalam hal ini insinyur tersebut melakukan hal tersebut karena lupa, maka jika dia mempunyai etika yang sesuai dengan kode etik insinyur, dia harus mempertanggungjawabkan hal tersebut.Dan meminta maaf atas apa yang telah tak sengaja dia lakukan.

      Kini, kita sebagai calon insinyur yang akan menjadi tonggak pembangunan bangsa harus mulai belajar dan mendalami segala hal mengenai kode etik agar kelak dapat menjadi insinyur yang baik dan memiliki etika yang luhur.

      Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga dapat menjadi manfaat dan mohon koreksinya.

      Wassalamuialikum,,

  2. Sangga Pramana Wicaksana berkata:

    Assalamualaikum

    SOAL 1

    sesuai dengan tujuh tuntutan sikap Insinyur Indonesia
    yang berbunyi “Insinyur Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentangan kepentingan dalam tanggung jawab tugasnya”
    Maka seorang insinyur tidak diperbolehkan melakukan tindakan-tindakan dalam suatu pekerjaan profesionalnya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

    Menurut saya selain sikap insinyur profesional itu berdosa kepada sesama manusia karena telah menipu dan juga dia telah melanggar hukum dan kerjasama kontrak yang mana Insinyur tadi telah melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan gambar atau bestek yang telah ditetapkan.
    Maka diakhirat nanti dia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya pada Allah S.W.T dan di dunia Insinyur tersebut harus berurusan dengan pihak yang berwajib karena diketahui dia menyalahi kontrak kerja yang telah disepakati serta apabila konstruksi yang dibangun insinyur tersebut mengalami collapse maka ia harus bertanggung jawab atas kegagalan tersebut.

    SOAL 2

    Sesuai dengan kode etik insinyur Indonesia, 4 Prinsip dasar yang berbunyi “Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya”

    Berarti Insinyur yang lupa untuk melakukan tes kepadatan tanah telah melanggar aturan tersebut.Karena ia tidak bekerja secara sungguh sampai bisa lupa akan tugas dan tanggung jawabnya.

    Apabila dalam pengawasan tes kepadatan tanah tidak dilakukan,apabila tanah tersebut belum dipadatkan (menggunakan stamper) akan mengakibatkan berkurangnya kekuatan tanah yang dapat mengakibatkan dampak-dampak salah satunya yaitu displacement (penurunan pondasi) yang akan berakibat terhadap turunnya bangunan.Apabila terjadi displacement ini maka seorang insinyur dianggap gagal dalam melaksanakan suatu konstruksi dan dia harus mempertanggungjawabkan kelalaian atau kesalahan yang ia buat.

    Wassalamualaikum.

  3. yahya wahyudi/02207.2917 berkata:

    Assalamu’alaikum…
    Soal no 1
    Berarti insinyur tersebut telah melanggar prinsip dasar no 3 yg berbunyi” Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya”oleh karena itu,insinyur tersebut harus berani bertanggung jawab atas segala resiko yang akan terjadi,baik itu terhadap manusia ataupun alam

    Soal no 2
    berarti insinyur tersebut telah melanggar Prinsip dasar no 3 yang berbunyi”Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya”Dan Tujuh tuntunan sikap no 2″Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kempetensinya”
    Insinyur yang lupa untuk melakukan tes tersebut berarti tidak bekerja secara sungguh-sungguh sampai bisa lupa akan tugas dan tanggung jawabnya
    Wassalau’alaikum

  4. Hazmi Amudy berkata:

    1.
    dari poin pertama :

    disini insinyur tersebut telah melanggar semua poin-poin yang ada
    yaitu :
    >insinyur tersebut tidak mengutamakan keluhuran budi karena perbuatan tersebut jelaslah tidak berbudi luhur
    >tidak bekerja untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia,melainkan untuk kepentingan sendir,di samping itu dengan perbuatan tersebut otomatis itu akan membahayakan umat manusia itu sendiri.
    >tidak bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat
    >tidak meningkatkan martabat,malah justru merendahkan martabatnya sendiri

    dari poin kedua :

    pada no 1, insinyur tersebut telah membahayakan keselamatan masyarakat karena bekerja tidak sesuai dengan ketentuannya
    pada no 3, pekerjaannya tidak dapat dipertanggungjawabkan
    pada no 4, insinyur tersebut tidak dapat menghindari pertentangan kepentingan dalam tanggung jawab tugasnya karena dia telah bekerja tidak sesuai dengan ketentuannya.
    pada no 6, tidak memegang teguh kehormatan dan martabat profesinya.

    pada poin IEEE :
    pada poin 1, tidak taan pada asas keamanan dan kesejahteraan publik
    pada poin 3, tidak jujur tehadap data yang tersedia
    pada poin 4, hal seperti ini sama saja dengan menerima sogokan hanya bedanya tanpa ada perantara
    pada poin 7, perbuatannya merupakan kesalahan yang tidak diperbaiki
    pada poin 9, mencelakakan orang lain dan berbuat jahat.

    2.
    pada poin-poin dasar
    no 3. insinyur tersebut tidak bersungguh-sungguh dan tidak bertanggung jawab atas lupa nya tersebut.

  5. Alamsyah Fatih 022092990 berkata:

    Asslamu’alaikum Wr, Wb.

    Soal no.1

    menurut saya insinyur tersebut melanggar kode etik PRINSIP-PRINSIP DASAR no.1 yaitu “Mengutamakan keluhuran budi”,
    Selain itu, insinyur juga melanggar kode etik yg terdapat pada TUJUH TUNTUNAN SIKAP, yaitu butir no.4 “Insinyur Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentangan kepentingan dalam tanggung jawab tugasnya.” karena perbuatan yang dilakukan insinyur tesebut hanya mementingkan kepentingan pribadi untuk merauk keuntungan semata tanpa mengutamakan keluhuran budi pekerti yang juga merupakan bentuk pelanggaran hukum negara maupun hukum agama.

    Soal no.2

    menurut saya, insinyur tersebut melanggar kode etik TUJUH TUNTUNAN SIKAP butir no.3″Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kempetensinya.”
    karena insinyur yang bekerja sesuai kompetensinya akan mempunyai peluang dalam mleakukan kesalahan lebih kecil. Tapi jika hal tersebut sudh terjadi, seorang insinyur tidak boleh lari dari tanggung jawab hukum dan siap untuk menanggung segala resiko perbuatannya.

    Wassalamu’alaikum Wr, Wb

  6. Denii Tiawarman berkata:

    Assalamualaikum wr wb

    Soal 1

    Menurut saya hal ini memang tidak baik. Karena hal ini sama halnysa kontraktor tersebut berbuat curang atau tidak jujur. Hal ini sangat bertentangan dengan syariat agama islam. Dalam islam kita diajarkan untuk slalu bersikap jujur dalam segala hal.
    Dan saat kontraktor melakukan hal ini maka dia juga dapat membahayakan sesama atau dalam arti pengguna dari pada kontuksi tersebut.
    Dan jika sampai kecurangannya ini terbongkar mungkin juga sang kontraktor bisa di”Blacklist” untuk tidak mendapatkan proyek kontruksinlagi dari pihak yang bersangkutan.

    Dan hal ini juga bertentangan dengan kode etik seorang insinyur, yaitu :
    Pertama Dalam prinsip dasar kontraktor melanggar:
    Pasal1 : kontraktor tidak menjaga keluhuran budi yaitu dengan melakukan kecurangan yang disengaja
    Pasal2 : kontraktor tidak mengutamakan kemampuandan ilmunya untuk kesejahteraan umat yaitu dengan melakukan kecurangan hal ini justru malah membahayakan umat atau orang-orang yang menggunakan kontruksi tersebut
    Pasal3 : kontraktor sama saja tidak bertanggung jawab dengan pekerjaan yang telan diberikan kepadanya.
    Pasal4 : kontraktor telah merendahkan martabatnya sendiri dimuka pihak yang bersangkutan dan hal ini juga dapat menimbulkan ketidak percayaan antara pihak yang bersangkutan dengan kontraktor lain.

    Kedua Dalam Tujuh Tuntutan Sikap :
    pasal1 : kontraktor sama halnya telah membahayakan keselamaltan dan kesehatan masyarakat.karena kontuksi yang telah dicurangi ini jika tidak kuat maka bisa runtuh dal hal ini sangat berbahaya
    pasal2 : dia belum melanggar karena kontraktor tidak bisa mendapatkan proyek jika belum memiliki surat atas kompetensinya itu
    pasal3 : kontraktor telah melanggar karena dengan berbuat curang itu dia sama halnya tidak dapat bertanggung jawab atas alasan kenapa dia mengubah kontruksinya.
    pasal4: pelanggaranya adalah kontraktor lebih mementingkan kepentingan pribadinya yaitu mencari untung dari pada membuat kontruksi yang sesuai
    pasal5: belum melakukan pelanggaran
    pasal6 : pelanggaranya adalah dia sama halnya dengan menghancurkan kehormatan dan martabat kontaraktor indonesia pada umumnya dan dirinya sendiri pada khususnya.
    pasal7: belum ada pelanggaran

    SOAL 2

    Manusia memang bukanlah makhluk yang sempurna.manusia adalah tempat salah.tapi jika kita diberikan tugas kita juga harus bertanggung jawab atas tugas yang dibebankan kepada kita.
    menurut saya, sebagai pengawas profesional kita juga harus slalu waspada dan teliti dengan apa yang kita awasi. karena kita juga termasuk bertanggung jawab atas konstruksi tersebut.
    pelannggaran yang dilakukan jika ada insinyur pengawas jika lupa mengukur kepadatan tanah adalah:
    pertama Dalam Prisip Dasar insinyur ini melanggar :
    pasal3 : karena dia lalai dan kurang bersungguh-sungguh dalam mengampu tugas yang telah dibebankan sehingga dia lupa untuk mengukurnya.

    kedua Dalam 7 tuntutan Sikap :
    pasal1 : atas kelalaiannya hal ini bisa membahayakan masyarakat penguna konstruksi tersebut.

  7. DWI HERDIANTO/02.208.2934 berkata:

    Assalamualaikum wr wb

    soal no. 1
    menurut saya insinyur tersebut melanggar kode etik prinsip-prinsip dasar no 1 dan 3 yaitu (1. Mengutamakan keluhuran budi.Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya
    .)
    karena perbuatan yang dilakukan insinyur tesebut hanya mementingkan kepentingan pribadi untuk merauk keuntungan semata tanpa mengutamakan keluhuran budi pekerti yang juga merupakan bentuk pelanggaran hukum negara maupun hukum agama.

    soal no. 2
    Sesuai dengan kode etik insinyur Indonesia, 4 Prinsip dasar yang berbunyi “Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya”karena itu,insinyur tersebut harus berani bertanggung jawab atas segala resiko yang akan terjadi,baik itu terhadap manusia ataupun alam

  8. EKO ARI JATMIKO berkata:

    Asslamu’alaikum Wr, Wb.

    soal 1

    Menurut pendapat saya,
    *Pada point pertama, prinsip-prinsip dasar, butir ke-1 yang ber isi “Mengutamakan keluhuran budi”.
    Hal tersebut sama saja dengan mencuri. Karena mengambil sesuatu yang bukan diperuntukan untuk dirinya.

    *pada point kedua, tujuh tuntutan sikap, butir ke-1″Insinyur Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan Masyarakat”.
    Dengan melakukan suatu tindakan yang tidak sesuai dengan gambar dengan tujuan dari pekerjaannya, maka akan membuat keselamatan orang lain terancan. hal ini akan sangat bahaya bagi masyarakat yang menggunakan hasil dari pekerjaan tersebut.

    *pada point kedua, tujuh tuntutan sikap, butir ke-3 “Insinyur Indinesia hanya menyatakan pendapat yang dapat dipertanggung jawabkan”.
    Menyalahi aturan demi mendapat keuntungan pribadi ini tedak dapat dipertanggung jawabkan, karena gambar dan tujuan dari pekerjaannya tidak sesuai dengan yang dia perbuat dilapangan (dusta).

    soal 2

    *pada point kesatu, butir ke-4 “Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran”.
    jika dia lupa, maka hal itu membuat dia tercermin sebagai seseorang yang ceroboh dan tidak meningkatkan kompetensinya. misalnya kurangnya pengalaman sehingga sering terjadi kesalahan dalam perencanaan pekerjaannya.

    *pada point kedua, tujuh tuntutan sikap, butir ke-7 “Insinyur Indonesia senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalnya”.
    semakin terbiasa seseorang melakukan pekerjaanya maka semakin meminimalkan kesalahan yang diperbuatnya. dengan dia melupakan pelaksanakan tes kepadatan tanah maka orang tersebut terlihat tidak biasa melakukan pekerjaanya, olehy karena itu oarang tersebut tidak senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalnya.

  9. Awifa Rizka Rusdiana berkata:

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    SOAL 1

    Menurut Saya,, Insinyur tersebut telah melanggar Point Pertama No 2. “Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia” Karena dengan melakukan hal tersebut,, Insinyur itu telah merugikan masyarakat banyak untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Masyarakat bukan hanya dirugikan secara materi, namun keselamatan dan kenyamanan masyarakat dapat terganggu karena insinyur tersebut tidak melakukan sesuai dengan gambar yang sudah di tentukan.

    SOAL 2

    Untuk kasus pada soal no 2.. menurut saya Insinyur tersebut telah melanggar Point pertama No 3 “Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.” hal ini membuktikan Insinyur tersebut tidak bersungguh sungguh dan tidak bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya. terlebih hanya dengan alasan Lupa.

  10. M. Fachrurrokhman Dika (02.208.2948) berkata:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    SOAL I
    Insinyur yang demikian telah melanggar Prinsip Dasar yang pertama, karena perbuatan yang demikian tidak berbudi, dan karena ia bertujuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, maka ia pun telah melanggar Prinsip Dasar yang ke-3, yang mana seorang Insinyur harus bekerja sungguh-sungguh untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadinya semata.
    Dan secara tidak langsung ia telah meruntuhkan kehormatan, integritas, dan martabat profesinya, seperti yang tercantum butir ke-7 pada Sapta Dharma. Bila seorang Insinyur melaksanakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan gambar, maka secara tidak langsung ia telah membahayakan orang lain. Oleh karena itu, ia telah melanggar tuntutan sikap ke-1 dan prilaku etis ke-9

    SOAL II
    Tidak etis seorang Insinyur Profesional lupa akan tanggung jawabnya, yang dalam hal ini adalah tidak melaksanakan tes kepadatan tanah. seorang Insinyur Profesional, seharusnya bekerja dengan sungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, seperti yang tercantum dalam butir ke-3 pada Catur Karsa.
    Seperti halnya pada Soal I, insinyur yang demikian telah membahayakan orang lain dengan tindakan salah, seperti yang tercantum pada butir ke-9 Perilaku Etis dan Profesional.

  11. Yunika Adi Setianto berkata:

    Assalamualaikum Wr. Wb.

    sesungguhnya para insinyur apabila menjalankn kode etik insinyur maka perkembangan pada dunia teknik akan maju pesat, karena kecurangan-kecurangan ataupun penyelewengan tidak ada.

    Wassalamualaikum Wr. Wb.

  12. Eris Yoga Permana berkata:

    Assalamualaikum…

    Untuk Soal No. 1, menurut saya pelanggaran yang dilakukan lebih condong ke 7 tuntutan sikap butir ke 4 yaitu “Insinyur Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentangan kepentingan dalam tanggung jawab tugasnya”. Dari pernyataan tersebut jelas sikap Insinyur tersebut telah melanggar butir ke-4 yaitu dia telah mementingka kepentingan pribadinya sehingga terjadi pertentangan kepentingan san seharusnya Insinyur tersebut “tidak” pantas disebut “Insinyur profesional”.

    untuk Sola no. 2, sehubungan faktor lupa maka dapat dikaitkan dengan :
    Prinsip-Prinsip dasar butir 3 “Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.” Jadi harus bisa bertanggung jawab terhadap kesalahan yang dilakukannya.
    perilaku etis dan profesional butir 7 “Mencari, menerima, dan menawarkan kritik perkerjaan teknis, mengakui dan memperbaiki kesalahan, dan menghargai selayaknya kontribusi orang lain”. Jadi harus bisa memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat.

    Wassalamualaikum…

  13. Indra susanto berkata:

    Assalamu’alaikum,

    soal 1 :
    Apabila seorang insinyur melakukan hal yg disebutkan di atas, insinyur telah melanggar amanat dan tanggung jawab yang telah diberikan serta diterima olehnya.
    Sang insinyur membahayakan keselamatan masyarakat hanya demi kepentingan pribadi.
    Hal ini merupakan pelanggaran kode etik di bidang akhlak maupun hukum,
    Astaghfirullah
    tidak akan barokah rizkinya.

    soal 2 :
    lupa memang wajar bagi manusia tetapi di dalam perencanaan sebuah bangunan kita manusia dituntut sejenak untuk bekerja keras memberikan hasil semaksimal mungkin berusaha tidak ada celah sedikitpun,
    apabila kesungguhan itu benar-benar dilaksanakan dan didasari dengan niat lillahita’ala insyaallah Allah memberikan hasil yang terbaik,
    tetapi apabila kelalaian tetap terjadi, berdoa dan siap menghadapi cobaan serta berani bertanggungjawab dan beri solusi terbaik.

  14. singgih adhitya berkata:

    SOAL 1

    sesuai prinsip dasar.
    dimana kontraktor selaku pelaksana,aklak buruk bisa terjadi penyalahgunaan.hasil kerjanya bisa di liat secara umum,tentu akan terjadi problem dalam tugas serta tanggung jawabnya.
    sehingga problem tersebut tidak profesional.

    pengawas/masyarakat tidak tau menau soal masalah itu,namun allah swt tau.

    SOAL 2

    tujuh tuntunan sikap,perilaku etis & profesional.

    pengawas/BPK/konsultan/PPK.
    lupa merupakan tanggung jawab,profesional dalam bekerja se akan di abaikan.walaupun dalam skala kecil dengan stemper,maupun besar dengan buldoser,excavator,slinder. maka perlunya sikap dalam melaksanakan pengawasan,perilaku baik,serta profesionalitas.

  15. rezki nurhikmah berkata:

    SOAL 1

    1. Hal ini bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar semua butir Mengutamakan keluhuran budi.
    2. Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia.
    3. Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
    4. Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran.
    Bertentangan dengan tujuh tuntunan sikap butir 1 “insinyur indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan,kesehatan dan kesejahteraan masyarakat”
    Bertentangan dengan perilaku etis dan professional butir 1” Menerima tanggung jawab dalam pengambilan keputusan engineering yang taat asas pada keamanan, kesehatan, dan kesejahteraan publik, dan segera menyatakan secara terbuka fatktor-faktor yang dapat membahayakan publik atau lingkungan;”
    Karena dalam butir-butir aturan yang dilanggar kesemuanya menggambarkan bahwa seorang insinyur tidak akan bekerja hanya untuk kepentingan pribadi tapi lebih memperhatikan,mengutamakan kepentingan guna kesejahteraan masyarakat.Insinyur ini tidak professional dalam melakukan pekerjaan.

    SOAL 2

    Hal ini telah menyalahi prinsip-prinsip dasar butir 3 “Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.”dan butir 4 “Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran”
    Seorang insinyur yang bekerja dengan sungguh-sungguh tidak akan lupa melaksanakan runtutan pekerjaan,sistimatika proyek.

  16. uut agung s berkata:

    Asssalamu’alaikum Wr. Wb.

    Soal 1
    Menurut saya, ketika seorang Insinyur Profesional di kontraktor melaksanakan sebagian pekerjaan yang tidak sesuai dengan gambar dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, itu sudah menyalahi Prinsip prinsip yang tertuang dalam Kode Etik Insinyur Indonesia, yang menyebutkan :
    Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia.
    Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya

    Soal 2
    Menurut saya, jika seorang Insinyur Profesional di pengawas tidak melaksanakan tes kepadatan tanah karena lupa. Itu termasuk hal yang sangat ceroboh, karena dapat membahayakan keselamatan masyatrakat. Sesuai yang tertuang pada Tujuh Tuntunan Sikap, Terutama pada point no 1, yang menyebutkan bahwa : Insinyur Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan Masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s